Ramadhan 1437H Telah Berakhir

Semenjak empat belas abad silam, Al Qur’an yang tidak ternoda keasliannya telah mengabarkan bahwa Islam adalah agama yang sempurna, menyeluruh dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan hidup manusia. Al Qur’an merupakan pedoman yang menunjukkan antara yang haq dan bathil, yang telah diturunkan mulai dari bulan yang mulia yakni bulan Ramadhan. Hal ini menjadikan Ramadhan sebagai tonggak awal dari sebuah peradaban yang mulia.
Namun seiring dengan perkembangan zaman, peradaban manusia telah bergeser dengan total dan jauh dari nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur’an. Keluarnya kita sebagai alumni dari madrasah Ramadhan, tentunya akan semakin mendekatkan kita pada Allah. Tapi terkadang hal itu tidak kita temui. Mari kita renungkan. Ramadhan yang telah kita lalui dengan penuh kesederhanaan, namun pesta kemenangannya terkadang sarat dengan kemubaziran. Kita rela membelanjakan sekian juta rupiah demi perayaan kemenangan Ramadhan. Namun, bulan mulia itu tak sedikit pun mengubah tatanan hidup manusia yang telah carut marut seperti ini. Jika demikian bukankah kita termasuk umat yang merugi?
Kita lihat di beberapa tempat takbir keliling dengan melakukan berondongan kembang api. Belum lagi takbir keliling dengan mengiring berbagai patung-patung yang sangat dilarang dalam agama Islam. Shalat Idul Fitri tak ubahnya seperti peragaan busana. Hidangan Ramadhan yang melimpah ruah. Sama sekali tidak mencerminkan keprihatinan kita selama berada dalam Madrasah Ramadhan.
Padahal dengan adanya Madrasah Ramadhan diharapkan kita akan meningkatkan keimanan melalui berbagai amalan yang telah kita laksanakan selama bulan Ramadhan. Seperti puasa, qiyamul lail, tadarus Al Qur’an, dan ibadah lainnya. Dan semua itu telah membawa kita pada suatu ketenangan hidup, kebeningan jiwa, dan tentu saja predikat taqwa. Sudahkah predikat taqwa itu kita raih seusai kita lulus dari Madrasah Ramadhan, atau Madrasah Ramadhan hanya menjadi sebuah rutinitas belaka.
Dikutip dari: Ummi Online

0 Comments