Hadits No.11 Shahih Buhkari

Hadits Shahih Buhkari
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bertanya-tanya tentang amal yang paling baik dalam Islam. Dari sekian banyak amal ibadah yang kita lakukan, mana yang paling disukai oleh Allah dan Rasul-Nya? Salah satu jawaban yang tegas datang dari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin 'Amru.

Haditsnya berbunyi:
"Telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Khalid, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Al-Laits dari Yazid dari Abu Al-Khair dari Abdullah bin 'Amru, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: 'Islam manakah yang paling baik?' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: 'Kamu memberi makan, mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.'" (HR. Al-Bukhari)

1. Makna Memberi Makan dalam Islam
Memberi makan adalah salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Tidak hanya memberi makan kepada keluarga atau orang-orang terdekat, tetapi juga kepada orang yang membutuhkan, baik itu fakir miskin, anak yatim, atau siapa saja yang dalam kesulitan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menekankan pentingnya memberi makan, bahkan dalam banyak hadits disebutkan bahwa orang yang memberi makan kepada orang yang lapar akan mendapatkan pahala yang besar.
Pemberian makan ini tidak hanya berupa makanan yang berlimpah, tetapi juga berupa perhatian dan kebaikan. Dalam hal ini, Nabi tidak hanya menyarankan memberi makan fisik, tetapi juga memberi makan hati dengan kata-kata baik dan sikap yang penuh kasih sayang.

2. Menyebarkan Salam: Bukan Hanya Formalitas
Mengucapkan salam adalah ajaran Islam yang sangat sederhana, namun memiliki dampak yang luar biasa. Salam dalam Islam adalah doa yang bermakna, bukan sekadar ucapan formalitas. Dengan mengucapkan salam, kita mendoakan keselamatan dan kedamaian bagi orang yang kita sapa.
Salam juga memiliki makna yang mendalam, yaitu mempererat hubungan antar sesama umat manusia. Dalam hadits di atas, Nabi menyebutkan bahwa salam itu tidak hanya diberikan kepada orang yang kita kenal, tetapi juga kepada orang yang tidak kita kenal. Ini mengajarkan kita untuk lebih peduli dan menghargai sesama, tanpa membedakan status atau kedekatan pribadi.

3. Kebaikan yang Menyatukan: Menyebarkan Kasih Sayang
Kedua hal ini, memberi makan dan mengucapkan salam, memiliki kesamaan dalam hal mempererat hubungan sosial. Keduanya mengajarkan umat Islam untuk saling peduli, berbagi, dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Memberi makan adalah wujud perhatian terhadap kebutuhan orang lain, sementara salam adalah bentuk penghormatan dan kasih sayang terhadap sesama.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, dalam jawabannya tersebut, seolah ingin menekankan bahwa Islam tidak hanya berfokus pada ibadah ritual semata, tetapi juga pada cara kita berinteraksi dengan orang lain. Sifat-sifat mulia seperti memberi makan dan mengucapkan salam kepada siapa pun menunjukkan betapa Islam menekankan pentingnya solidaritas, kasih sayang, dan harmoni antar umat manusia.

4.Pentingnya Mengamalkan Ajaran Ini dalam Kehidupan Sehari-hari
Sebagai umat Islam, kita dituntut untuk mengamalkan ajaran Nabi ini dalam kehidupan sehari-hari. Memberi makan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, seperti memberikan sedikit makanan kepada orang yang membutuhkan, berbagi makanan dengan teman atau tetangga, atau bahkan menyumbang kepada lembaga sosial.
Begitu pula dengan menyebarkan salam. Kita dapat mulai dengan mengucapkan salam kepada orang yang kita kenal, seperti teman, keluarga, dan rekan kerja. Namun, lebih dari itu, kita juga dapat mengucapkan salam kepada orang yang tidak kita kenal, misalnya kepada tetangga yang jarang kita temui atau orang yang sedang kita lewati di jalan. Dengan demikian, kita tidak hanya mengikuti sunnah Nabi tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik.
Hadits ini memberikan kita dua amalan yang dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Memberi makan dan menyebarkan salam adalah amalan yang tidak hanya mendekatkan kita kepada Allah, tetapi juga memperbaiki hubungan sosial kita dengan sesama manusia. Kedua hal tersebut menggambarkan esensi ajaran Islam yang sangat menekankan pentingnya kasih sayang, kepedulian, dan saling menghormati antar umat manusia.
Dengan mengamalkan ajaran ini, kita tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih damai dan harmonis. Semoga kita dapat terus berusaha mengimplementasikan ajaran ini dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk pengabdian kita kepada Allah dan kasih sayang kita kepada sesama.

0 Comments