Hadits No.38 Shahih Bukhari

Hadits Shahih Bukhari dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali dia akan dikalahkan (semakin berat dan sulit). Maka berlakulah lurus kalian, mendekatlah (kepada yang benar) dan berilah kabar gembira dan minta tolonglah dengan Al Ghadwah (berangkat di awal pagi) dan ar-ruhah (berangkat setelah zhuhur) dan sesuatu dari ad-duljah (berangkat di waktu malam)."

Hadits ini adalah prinsip agung dalam beragama yang mengajarkan keseimbangan, moderasi, dan optimisme dalam beramal.
1. Prinsip Dasar: Kemudahan dalam Beragama
Pesan inti hadits ini adalah bahwa Islam adalah agama yang mudah. Allah tidak membebani hamba-Nya di luar batas kesanggupannya. Kemudahan ini mencakup keringanan (rukhshah) seperti tayammum, mengqashar salat, berbuka puasa bagi yang sakit atau musafir, hingga fleksibilitas dalam cara beribadah sesuai kemampuan.
Peringatan Keras: "Tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali dia akan dikalahkan."
Mempersulit agama berarti berlebih-lebihan (ghuluw), memberatkan diri dengan ibadah yang tidak diwajibkan, atau terlalu ketat dalam memahami perbedaan pendapat ulama (khilafiyah). Sikap ini akan membuat pelakunya merasa bosan, frustrasi, atau bahkan berhenti beribadah sama sekali. Islam menginginkan konsistensi, bukan intensitas sesaat yang memberatkan.

2. Tiga Pilar Amalan yang Efektif
Rasulullah ﷺ memberikan tiga kunci untuk menjaga konsistensi dalam beragama:
🌟 Berlakulah Lurus (Istiqāmah)
Maknanya adalah melaksanakan semua kewajiban dan meninggalkan larangan dengan penuh ketulusan. Istiqāmah adalah beramal secara konsisten di jalan yang benar, meskipun sedikit, lebih baik daripada beramal banyak namun terputus-putus. 
🚶 Mendekatlah (Saddidū wa Qāribū)
Jika Anda tidak dapat melakukan ibadah dengan sempurna atau pada tingkat yang ideal (Tasdīd), maka mendekatlah (Qāribū). Ini adalah seruan untuk mencari yang terbaik dari kemampuan kita dan tidak putus asa jika tidak bisa mencapai kesempurnaan. Usaha untuk mendekati kebenaran adalah yang utama.
📣 Berilah Kabar Gembira (Bashshirū)
Peliharalah optimisme dan hindari keputusasaan. Ingatkan diri sendiri dan orang lain tentang rahmat dan ampunan Allah. Sikap ini akan menjadikan ibadah sebagai kenikmatan, bukan beban yang menakutkan.

3. Strategi Waktu dalam Beribadah (Metafora Musafir)
Bagian akhir hadits menggunakan metafora musafir untuk mengajarkan strategi manajemen energi dan waktu dalam beribadah:


Memanfaatkan waktu terbaik untuk beribadah dan tidak memaksakan diri pada satu waktu saja. Ibadah harus dibagi secara proporsional agar tidak menimbulkan rasa lelah yang berkepanjangan dan menjaga kesinambungan amal. Hadits ini menetapkan sebuah kaidah emas: Islam menghendaki kemudahan dan moderasi. Jalan menuju rida Allah adalah melalui amal yang istiqāmah, ikhlas, dan dilakukan dengan penuh optimisme, bukan dengan mempersulit diri sendiri.

0 Comments