Apabila seorang dari kalian memperbaiki keislamannya, maka dari setiap kebaikan akan ditulis baginya sepuluh (kebaikan) yang serupa hingga tujuh ratus kali lipat, dan setiap satu kejelekan yang dikerjakan akan ditulis satu kejelekan saja yang serupa dengannya.”*
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan Umum Hadits
Hadits ini merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-Nya. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa setiap amal perbuatan manusia akan mendapatkan balasan sesuai dengan niat dan kualitas keislamannya.
Apabila seorang muslim berusaha memperbaiki keislamannya yakni memperkuat iman, memperdalam ilmu, dan memperbaiki amalnya maka setiap kebaikan yang ia lakukan akan dilipatgandakan oleh Allah, minimal **sepuluh kali lipat** hingga mencapai **tujuh ratus kali lipat**, bahkan lebih, sesuai kehendak Allah.
Sedangkan apabila ia melakukan dosa atau keburukan, maka Allah hanya menulis **satu dosa saja**, dan itu pun masih bisa dihapus dengan taubat, istighfar, atau amal kebajikan lainnya.
--- Makna "Memperbaiki Keislaman"
Ungkapan *“apabila seorang dari kalian memperbaiki keislamannya”* bermakna bahwa keislaman seseorang bisa berada pada berbagai tingkatan. Ada yang hanya sebatas syahadat tanpa diiringi pengamalan yang baik, ada pula yang berusaha memperdalam iman dan menjaga amalnya dari hal-hal yang sia-sia atau tercela.
Memperbaiki keislaman mencakup:
1. **Memurnikan niat ibadah hanya karena Allah (ikhlas).** 2. **Mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dalam beramal.** 3. **Menjauhi dosa dan maksiat yang merusak hati dan amal.** 4. **Bersungguh-sungguh dalam meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak.**
Keadilan dan Rahmat Allah
Hadits ini menunjukkan dua sifat agung Allah: **keadilan** dan **rahmat (kasih sayang)
* Dalam keadilan-Nya, Allah mencatat dosa sesuai kadar perbuatan — tidak lebih. * Dalam rahmat-Nya, Allah melipatgandakan pahala kebaikan jauh melebihi kadar amal itu sendiri.
Dalam Al-Qur’an, Allah juga berfirman:
Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya.(QS. Al-An‘am: 160)
Ayat ini memperkuat makna hadits bahwa rahmat Allah selalu mendahului murka-Nya. Hikmah yang Dapat Diambil
1. Motivasi untuk memperbaiki diri.
Seorang muslim hendaknya terus berupaya memperbaiki keislamannya agar setiap amalnya bernilai besar di sisi Allah.
2. Dorongan untuk memperbanyak amal shalih.
Karena setiap amal baik akan diganjar berlipat ganda, seorang mukmin seharusnya berlomba-lomba dalam kebaikan.
3. Pengingat agar tidak berputus asa dari rahmat Allah.
Meskipun manusia sering terjatuh dalam dosa, Allah tetap Maha Pengampun dan tidak melipatgandakan keburukan.
4. Keadilan Allah terhadap hamba-Nya.
Tidak ada satu amal pun yang luput dari catatan, dan semua dibalas secara proporsional. Hadits ini menanamkan **optimisme dan semangat spiritual** bagi setiap muslim. Allah tidak menuntut kesempurnaan mutlak, melainkan usaha sungguh-sungguh dalam memperbaiki keislaman. Dengan keikhlasan dan konsistensi, sekecil apa pun amal kebaikan akan berlipat ganda pahalanya, sementara keburukan hanya dicatat satu saja dan dapat dihapus dengan taubat.
Inilah bukti nyata bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang, memberi harapan, dan mengajak manusia menuju kesempurnaan iman dengan cara yang lembut dan adil.




0 Comments