Hadits No.41 Shahih Bukhari

Hadits dari Shahih Bukhari ini adalah salah satu kabar gembira teragung bagi seluruh umat Islam. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Apabila seorang dari kalian memperbaiki keislamannya maka dari setiap kebaikan akan ditulis baginya sepuluh (kebaikan) yang serupa hingga tujuh ratus tingkatan, dan setiap satu kejelekan yang dikerjakan akan ditulis satu kejelekan saja yang serupa dengannya."
Hadits ini bukan sekadar janji, melainkan sebuah sistem nilai yang menunjukkan betapa tingginya apresiasi Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap kualitas amal hamba-Nya.
Kunci Pembuka Rahmat: Memperbaiki Keislaman
Poin sentral dari hadits ini adalah syarat utamanya: "Apabila seorang dari kalian memperbaiki keislamannya" (iḥsān al-Islām).
"Memperbaiki keislaman" berarti menjadikan Islam tidak hanya sebagai identitas, tetapi sebagai perilaku dan keyakinan yang dijiwai sepenuhnya. Ulama menjelaskan bahwa perbaikan ini mencakup tiga dimensi utama:
Iman yang Teguh: Meyakini semua rukun iman dan rukun Islam dengan sepenuh hati, tanpa keraguan.
Ikhlas (Niat Murni): Memastikan semua ibadah dan amal saleh dilakukan hanya karena Allah, bukan karena ingin dipuji, dilihat, atau mengharapkan imbalan duniawi. Kualitas ini dikenal sebagai Ihsan dalam beribadah.
Meninggalkan yang Sia-sia: Sejalan dengan hadits lain, iḥsān al-Islām juga berarti meninggalkan segala ucapan dan perbuatan yang tidak bermanfaat atau tidak mendatangkan pahala. Fokus pada hal-hal utama (prioritas) menjadi ciri keislaman yang baik.
Ketika kualitas keislaman seseorang mencapai tingkatan ini, maka amalannya memenuhi syarat untuk mendapatkan keutamaan yang luar biasa.

Investasi Akhirat: Kebaikan Dilipat Gandakan
Inilah bagian yang paling menggembirakan. Allah, dengan rahmat-Nya yang tak terhingga, tidak hanya membalas amal kita secara setimpal, tetapi melipatgandakannya:
  • 1. Jaminan Minimal Sepuluh Kali Lipat, Setiap satu kebaikan yang dilakukan akan dicatat minimal sepuluh kebaikan yang serupa. Ini adalah standar dasar perhitungan pahala dalam Islam. Sebuah amal kecil pun, jika didasari keikhlasan, akan memiliki nilai 10 kali lipat di sisi Allah.
  • 2. Potensi Maksimal Tujuh Ratus Kali Lipat (dan Lebih), Lipatan pahala ini tidak berhenti di angka sepuluh. Hadits menyebutkan, "hingga tujuh ratus tingkatan." Angka 700 di sini menunjukkan batas pelipatgandaan yang sangat tinggi, bahkan para ulama menafsirkan bahwa bagi siapa yang Allah kehendaki, pahalanya bisa melebihi batas 700 kali lipat.
Apa yang membuat pahala dilipat hingga 700 kali?
  • Keikhlasan yang Total: Niat yang murni tanpa sedikitpun cacat riya' menjadi faktor utama.
  • Keutamaan Amal: Seperti berinfak di jalan Allah, yang secara spesifik disebutkan dalam Al-Qur'an (QS. Al-Baqarah: 261) dapat dilipat hingga 700 kali.
  • Keutamaan Waktu dan Tempat: Beramal di bulan Ramadhan atau di tanah haram (Makkah dan Madinah) juga menjadi sebab dilipatgandakannya pahala.
  • Keadilan dan Rahmat: Dosa Tidak Dilipat Gandakan

Aspek terakhir hadits ini menunjukkan keadilan dan kasih sayang Allah yang sempurna. Dalam perhitungan dosa, Allah tidak berlaku sama seperti pada kebaikan:

"...dan setiap satu kejelekan yang dikerjakan akan ditulis satu kejelekan saja yang serupa dengannya."

Satu perbuatan buruk atau dosa hanya dicatat sebagai satu dosa, tidak dilipatgandakan. Ini menunjukkan betapa Allah lebih mengutamakan rahmat-Nya daripada hukuman.
Kesempatan Terhapus: Catatan satu dosa ini pun masih bisa dihapus. Bisa dengan bertaubat (taubat nasuha), beristighfar, atau melalui amal kebaikan yang dilakukan setelahnya (Innal ḥasanāti yużhibnas sayyi'āt – Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus dosa-dosa buruk).

Hadits Shahih Bukhari ini adalah sebuah pesan motivasi yang luar biasa. Ia mengajarkan umat Islam untuk fokus pada kualitas, bukan kuantitas semata.
Jika seseorang mampu memperbaiki keislamannya dengan berpegang pada keikhlasan dan istikamah, maka pintu rahmat Allah terbuka lebar untuknya, menjadikan setiap kebaikannya sebagai investasi yang nilainya berlipat-lipat ganda, sementara kesalahan-kesalahannya ditanggapi dengan penuh kelembutan dan ampunan. Inilah yang menjadikan Islam sebagai agama yang adil, seimbang, dan penuh kasih sayang.
Apa langkah yang akan Anda ambil hari ini untuk memperbaiki keislaman Anda dan menggapai pelipatan pahala ini?

0 Comments