Hadits No.85 Shahih Bukhari

Diriwayatkan dari Abu Jamrah, dia berkata: "Aku menjadi penerjemah antara Ibnu Abbas dan orang-orang. Ibnu Abbas berkata: 'Sesungguhnya delegasi dari kabilah Abdul Qais datang menemui Nabi ﷺ. Maka beliau bersabda: 'Siapakah rombongan ini, atau siapakah kaum ini?' Mereka menjawab: 'Rabi'ah.' Beliau bersabda: 'Selamat datang rombongan (atau kaum) yang tidak merasa malu dan tidak menyesal.'
Mereka berkata: 'Kami datang kepadamu dari tempat yang jauh, di antara kami dan engkau terdapat orang-orang kafir dari kabilah Mudhar, dan kami tidak bisa datang kepadamu kecuali di bulan haram. Maka perintahkanlah kami dengan suatu perintah yang bisa kami amalkan dan kami ajak orang-orang di belakang kami untuk mengamalkannya.'
Maka beliau bersabda: 'Aku perintahkan kalian dengan empat perkara dan aku larang kalian dari empat perkara. (Empat perkara yang diperintahkan adalah): Iman kepada Allah semata.' Kemudian beliau bertanya: 'Tahukah kalian apa itu iman kepada Allah semata?' (Beliau melanjutkan): 'Yaitu bersaksi bahwa tiada ilah (yang berhak disembah) selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan memberikan seperlima dari harta rampasan perang.' Dan aku larang kalian dari empat perkara: (menggunakan bejana yang terbuat dari) Ad-Dubba` (labu kering yang dilubangi), Al-Hantam (bejana dari tanah liat), Al-Muzaffat (bejana yang dilapisi ter), dan An-Naqir (batang kurma yang dilubangi).

Hadis ini mengisahkan pertemuan Nabi Muhammad ﷺ dengan delegasi dari kabilah Abdul Qais. Dalam pertemuan tersebut, Nabi ﷺ mengajarkan kepada mereka pilar-pilar utama dalam Islam yang harus mereka amalkan dan sampaikan kepada kaum mereka. Selain itu, Nabi juga melarang mereka menggunakan empat jenis bejana yang biasa digunakan untuk membuat arak, sebagai langkah untuk menjaga umat dari minuman keras.

0 Comments