Banjarnegara – Suasana khidmat menyelimuti Desa Sigaluh pada H+2 Lebaran tahun ini. Keluarga besar Trah Djaja Wikarta kembali berkumpul dalam bingkai Halal bi Halal yang diselenggarakan pada Minggu, 22 Maret 2026 (2 Syawal 1447 H).
Pertemuan tahun ini terasa sangat spesial karena bertempat di kediaman bersejarah, Rumah Panjer Rakonah, yang berlokasi di Desa Sigaluh RT 02 RW 01. Rumah ini seolah menjadi saksi bisu kembalinya anak-cucu-cicit untuk merajut kembali tali persaudaraan yang telah diwariskan turun-temurun.
Ada rasa haru yang mendalam dalam pertemuan kali ini. Seiring berjalannya waktu, kita menyadari bahwa seluruh anak dari Mbah Djaja Wikarta atau yang secara hormat kita sebut sebagai para Panjer kini telah tiada semua.
Ketiadaan fisik mereka bukan berarti putusnya hubungan. Justru, momen Halal bi Halal ini menjadi mandat bagi generasi penerus untuk memastikan "obor" kekeluargaan ini tidak padam. Kita berkumpul bukan hanya untuk mendoakan para leluhur, tetapi juga untuk saling mengenal antar generasi yang kian berkembang.
Intisari Pengajian: Pentingnya Restu Orang Tua
Acara inti diisi dengan siraman rohani oleh Ustadz Andi Yulianto. Dalam tausiyahnya, beliau membawakan tema yang sangat mendalam: "Restu Orang Tua". Beliau mengingatkan bahwa meski para Panjer sudah mendahului kita, bakti seorang anak tidak boleh terhenti. Doa anak yang saleh adalah "hadiah" terbaik bagi mereka, dan menjaga kerukunan antar saudara sepupu adalah cara kita memuliakan warisan nilai-nilai mereka.
Sajian Khas Sigaluh
Tak lengkap rasanya berkumpul di Desa Sigaluh tanpa sajian kuliner tradisional.
Di sela-sela obrolan hangat, keluarga disuguhi menu yang menggugah selera:
Menu Utama: makanan khas Banjarnegara yaitu Soto Pak Aping yang menjadi primadona Lebaran.
Camilan Tradisional: Alen-alen, kripik lumping, serta buah-buahan lokal Sigaluh yang segar.
Minuman: Teh hangat aroma melati yang menambah keakraban suasana desa.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota Trah Djaja Wikarta tetap memiliki ikatan batin yang kuat. Rumah Panjer Rakonah hari ini bukan sekadar bangunan, tapi simbol tempat kita "pulang" ke akar sejarah keluarga.
Terima kasih kepada seluruh panitia dan keluarga besar yang telah menyempatkan hadir. Sampai jumpa di pertemuan trah selanjutnya dengan semangat kekeluargaan yang lebih erat!








0 Comments