Hadits Nomor 127 Shahih Bukhari membahas tentang pentingnya menyampaikan ilmu sesuai kadar pemahaman orang yang diajak bicara, serta larangan mempermalukan diri karena malu dalam menuntut ilmu. Hadits ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib yang menasihati agar berbicara sesuai akal mereka (yang diajak bicara) agar Allah dan Rasul-Nya tidak didustakan, dan ada juga bagian lain yang membahas keharusan mandi bagi wanita jika bermimpi basah, menunjukkan bahwa malu tidak boleh menjadi penghalang dalam belajar agama.
Teks Hadits (Ringkasan dari beberapa sumber)
Bagian pertama (Terkait Ilmu):
Mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib, "Bicaralah kepada manusia sesuai dengan kadar yang mereka pahami. Apakah kalian suka jika Allah dan Rasul-Nya didustakan?".
Bagian kedua (Terkait Wanita): Menanyakan apakah wanita wajib mandi jika bermimpi, dijawab, "Ya, jika ia melihat air," menunjukkan bahwa pertanyaan tentang hal yang memalukan (seperti mandi junub) diperbolehkan jika itu ilmu.
Pesan Utama
1. Penyampaian Ilmu:
Jangan memaksakan ilmu yang terlalu tinggi kepada orang yang belum mampu mencernanya, karena itu bisa menyesatkan mereka.
2. Keberanian dalam Belajar: Jangan malu bertanya atau belajar tentang hal-hal yang mungkin dianggap memalukan, karena ilmu itu penting untuk agama dan kehidupan.
Konteks Bab
Hadits ini biasanya berada dalam bab yang berkaitan dengan:
"Bab Siapa yang Khusus dengan Ilmu kepada Suatu Kaum Tanpa Kaum Lain karena Takut Mereka Tidak Memahami."
"Bab Malu dalam (menuntut) ilmu."




0 Comments